Tips & Tutorial
lele biflok pagifarm

Kerennya Budidaya Lele Biofloc, Mampu Raup Omzet Sampai Dua Digit

Saat ini, ada metode budidaya yang tak biasa, namun menghasilkan omzet yang luar biasa, yaitu beternak lele di kolam biofloc. Sistem ini diperkenalkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan,  Susi Pudjiastuti sejak tahun lalu. Sistem budidaya lele biofloc adalah budidaya yang menggunakan media kolam terpal yang bisa meningkatkan produktivitas sampai tiga kali lipat dibanding sistem konvensional, dan tak membutuhkan lahan yang luas seperti kolam permanen konvensional. Dengan menggunakan sistem biofloc, kolam ikan lele tidak akan bau amis dan selalu bersih. Jikalau pada umumnya kolam ikan lele berbentuk kotak, maka kolam ikan lele bioflocberbentuk bulat yang dilapisi kain terpal sebagai wadah air. Kolam seperti ini dinilai lebih praktis dan menghemat tempat. Untuk satu kolam ikan berbentuk bulat dengan diameter 3 meter, mampu menampung sebanyak 3-5 ribu ekor lele.

Ada banyak kelebihan yang kita dapatkan dengan menggunakan metode lele biofloc ini. Pertama, mengapa selalu bersih ? Salah satunya karena sistem pembuangan kotoran lelenya. Bahwa kotoran lele yang biasanya mengendap di bawah akan dikeluarkan lewat pipa khusus. Setiap kali sebelum diberikan pakan, pipa yang terhubung keluar kolam akan dibuka, sehingga nantinya akan keluar air bersama kotoran. Di sisi lain, kolamnya terus ditambah air, jadi bersih tanpa menguras. Inilah yang disebut sistem biofloc. Selain itu, setiap kolam juga dilengkapi dengan aerator untuk menambah pasokan udara dalam air, yang mampu membuat ikan semakin cepat besar. Tak hanya itu, air yang keluar dari pipa beserta kotoran lele dapat langsung dimanfaatkan menjadi pupuk organic. Kelebihan yang kedua yaitu, dalam pemberian pakan, biasanya juga terdapat kandungan yang akan ini dicampur dengan larutan prebiotik hasil racikan sendiri yaitu rempah-rempat seperti kunir, kencur, jahe dan temulawak. Yang perlu dilakukan yaitu pelet (pakan lele, red) direndam dulu dengan cairan prebiotik ini supaya mengembang dan mengurangi jumlah konsumsi pakan secara berlebihan sekaligus membuat lele tidak berbau amis. Pemberian pakan lele hanya dilakukan dua kali dalam sehari, harus dijadwalkan dengan berselang 12 jam. Jika tidak, lele ukurannya akan membesar karena sering diberi pakan. Kalau sudah kebesaran malah tidak laku. Karena ukurannya yang tidak terlalu besar dan tidak amis, lele-lele hasil budidaya dengan biofloc pun mendapat hati konsumen. Omzetnya pun tak tanggung-tanggung, mampu mencapai dua digit setiap bulannya.

Selain itu, nilai tambah ganda dari usaha lele biofloc juga terbukti nyata. Budidaya lele dilakukan terintegrasi dengan budidaya sayur dan hasilnya juga sangat memuaskan. Hal ini ditunjukan dengan panen sayur kacang panjang, jahe dan lainnya yang dilakukan bersamaan dengan mengandalkan pupuk dari limbah budidaya. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menilai keberhasilan integrasi budidaya ikan dengan sayur menjadi solusi tepat jangka panjang. Terutama dalam menghadapi tantangan resiko terjadinya kerentanan pangan dan krisis air. Perikanan budidaya dapat menjadi solusi tantangan ketahanan pangan ke depan melalui inovasi teknologi seperti ini. Perikanan budidaya harus hadir dalam menghadapi tantangan global ke depan. Tentunya sistem budidaya lele biofloc yang terintegrasi dengan budidaya sayur dan buah merupakan solusi tepat sebagai bagian upaya mitigasi iklim dan perubahan lingkungan. Di samping tentunya akan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat.

Komentar

X